Menu

Tuangkan Rasa Dalam Contoh Seni Rupa 3 Dimensi (3D)

Kesenian merupakan salah satu instrumen dalam kehidupan manusia. Hal tersebut disebabkan sifat kesenian yang mengusung pemenuhan kebutuhan jiwa manusia, khususnya dalam olah rasa. Kesenian sendiri terbagi menjadi beberapa sub bidang, antara lain seni rupa, seni musik, seni tari, seni sastra, seni pertunjukan, dan lain sebagainya. Namun, bukan rahasia umum bahwa masyarakat kita memiliki stereotip yang mengasosiasikan seni dengan seni rupa. Seni rupa sendiri terbagi ke dalam dua garis besar yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Sedangkan dalam bentuknya, seni rupa dapat dituangkan dalam karya seni dua dimensi dan karya seni tiga dimensi. Pada sesi ini akan dibahas mengenai beberapa contoh seni rupa tiga dimensi.

Karya seni rupa dapat dianggap sebagai kekayaan intelektual yang patut dihargai dan dilindungi eksklusivitasnya. Berbicara mengenai perlindungan terhadap karya seni rupa tiga dimensi, kita tentu sudah tidak kesulitan menjumpai berbagai pameran seni yang mempertontonkan kelahiran sebuah karya. Tujuan dari diadakannya pameran seni selain untuk memperoleh apresiasi dari penikmatnya, tentu saja untuk mendapatkan pengakuan eksistensi sebuah karya di bawah nama penciptanya.

Contoh Seni Rupa Tiga Dimensi yang Tak Kunjung Surut

Salah satu tren yang diusung dalam pameran seni rupa akhir-akhir ini adalah seni rupa instalasi yang dapat dilihat dan disentuh wujudnya. Seni rupa instalasi adalah sebuah sentuhan seni yang tidak memerlukan kertas atau kanvas sebagai media tuangan ide, melainkan sebuah benda sebagai objek seni itu sendiri sehingga kesan artistik dapat diperoleh tidak hanya dari citra penglihatan, melainkan juga sentuhan langsung pada benda. Umumnya, seni instalasi disusun dari beberapa benda menjadi suatu bentuk yang tidak nyata hingga memunculkan makna tertentu.

Jika seni instalasi adalah temuan seni kontemporer, maka contoh seni rupa tiga dimensi lain yang telah ada populer sejak zaman Yunani Kuno dan tidak redam pesonanya hingga kini adalah seni patung. Pada zaman dahulu, patung digunakan sebagai citraan dari dewa atau dewi yang secara fisik tidak dapat dilihat dan disentuh oleh manusia. Namun, pada saat ini seni patung dapat dibentuk dengan filosofi yang lebih luas sesuai dengan ide yang diusung oleh pemahatnya.

Apabila seni rupa instalasi dan seni rupa patung mengusung jiwa seni murni, maka selanjutnya akan dibahas mengenai seni rupa tiga dimensi yang diusung dalam sebuah objek yang memiliki fungsi terapan. Salah satu benda yang memiliki fungsi terapan yang tidak meninggalkan cita rasa seni secara utuh adalah guci. Ya, popularitas guci dalam mengusung cita rasa seni tidak dapat dipungkiri lagi. Terlebih, mengenai cita klasik guci keramik Tiongkok yang tetap memiliki banyak peminat hingga saat ini. Unsur seni dapat diterapkan pada guci mulai dari bentuk, pewarnaan, pahatan, bahan yang beraneka mulai dari tanah liat, kaca, bambu, bahkan sampai dengan pecahan telur menjadi penambah nilai yang menyebabkan guci menjadi objek yang menarik untuk dikoleksi.

Demikian adalah tiga contoh seni rupa tiga dimensi yang memiliki ciri khas tersendiri. Meskipun memiliki cita rasa berbeda dan peminat yang berbeda, akan tetapi secara umum seni rupa tiga dimensi memiliki kebutuhan perlakuan sama, antara lain perawatan fisik yang lebih rumit dibanding seni rupa dua dimensi, dan kebutuhan penempatan dalam ruang untuk memperoleh sudut pandang yang estetis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *