Menu

Tanda Tanda Kematian di 40 Hari Terakhir

Banyak orang mengira bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. Kematian seringkali diasosiasikan dengan penghabisan atas segala yang dihadapi dalam kehidupan. Hal tersebut menyebabkan sebagian orang berpikir bahwa pengakhiran hidup dengan kematian dapat menyelesaikan segala hiruk pikuk yang dihadapi dalam dunia, sedangkan sebagian lain terlalu takut membayangkan kematian yang seolah akan menelannya dalam ketiadaan untuk selamanya. Padahal, agama mengajarkan kepada kita bahwa kematian adalah pintu gerbang menuju keabadian, di mana kita belum dapat membayangkan apa yang sesungguhnya menanti kita di balik pintu ajal. Lantas, dapatkah kita melihat tanda-tanda Kematian yang bergelayut dalam diri kita sebelum kita tiada?

Sebagian orang menganggap bahwa membicarakan kematian adalah hal yang tabu. Terlebih jika kita mengaitkan topik kematian dengan seseorang tertentu. Namun, tentu kita tidak dapat memungkiri bahwa kita seolah melihat nuansa kematian melekat pada diri seseorang beberapa saat sebelum orang tersebut meninggal dunia.

Mengenali Tanda Tanda Kematian

Kematian sebenarnya beriringan dengan tanda-tanda yang dikirimkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sejak seratus hari sebelum kematian tersebut terjadi. Adapun fase pemberitahuan melalui tanda-tanda kematian terjadi dalam fase seratus hari, empat puluh hari, tujuh hari, tiga hari, dan sehari menjelang kematian. Banyak Ulama memberikan kajian mengenai ihwal kematian, salah satunya adalah Ustadz Yusuf Mansur yang menggolongkan tanda kematian dalam lima fase tersebut.

Fase pertama adalah seratus hari sebelum ajal menjelang, seseorang calon meninggal selepas waktu Ashar ketika hari mulai petang akan merasakan getaran yang sangat kuat sehingga tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki akan menggigil dengan hebatnya. Fase kedua yakni empat puluh hari sebelum ajal menjemput, calon meninggal pada waktu selepas Ashar ketika hari mulai petang akan merasakan jantung yang berdenyut-denyut yang lain dari denyutan biasanya. Pada saat itulah, daun di Lauhul Mahfudz yang bertuliskan nama calon meninggal akan gugur.

Kemudian, malaikat maut akan memungut daun tersebut dan mulai mengikuti perjalanan calon meninggal sepanjang hari. Fase ketiga dimulai ketika calon meninggal memasuki hari ketujuh sebelum kematiannya. Pada fase tersebut, calon meninggal akan mengalami sakit yang justru meningkatkan nafsu makannya dan membuatnya ingin memakan bermacam-macam makanan. Fase selanjutnya yakni tiga hari menjelang ajal, calon meninggal akan merasakan denyutan di tengah dahinya. Denyutan tersebut menjadi tanda pengingat di mana sebaiknya calon meninggal berpuasa untuk menjaga isi perutnya agar tidak banyak menyisakan najis saat kematiannya. Hal tersebut juga memudahkan orang yang akan memandikannya.

Kemudian, pada fase terakhir, sehari sebelum kematian, calon meninggal akan merasakan satu kali denyutan di ubun-ubun pada waktu Ashar. Denyutan tersebut menjadi penanda bahwa calon meninggal tidak dapat lagi menemui waktu Ashar pada hari selanjutnya. Pada waktu itulah sebaiknya calon meninggal mengucapkan dua kalimat syahadat.

Beberapa sumber lain juga menyebutkan bahwa rona wajah seseorang yang hendak menemui ajalnya akan berbeda dengan rona wajahnya pada hari-hari sebelumnya. Biasanya, wajah seorang calon meninggal akan menjadi pucat karena telah hilangnya cahaya kehidupan dari auranya. Pada Beberapa orang yang meninggal dalam keadaan sakit, beberapa saat sebelum kematian akan memiliki wajah yang nampak lebih muda dari sebelumnya. Tanda-tanda kematian tersebut juga disertai kesulitan menelan air, bahkan air ludahnya sendiri. Hal tersebut menandakan bahwa kematian tidak akan membawa harta dan kebutuhan duniawi.

Kematian pasti datang dan semua makhluk hidup dimuka bumi ini termasuk saya dan anda juga keluarga kita akan mengalami yang namanya kematian, Lalu sudahkah kita menyediakan bekal untuk hari setelah kematian kita? Apakah anda masih tidak percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian?

Mari kita selalu tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, memperbanyak berbuat baik, silaturrohmi, Sedekah dan jeriah, serta mendidik anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang sholeh dan sholeh yang akan mendoakan kita setelah kita tiada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *