Menu

Pengertian Elektron Valensi Dan Penerapannya

Ketika mempelajari reaksi kimia, kita akan dihadapkan dengan atom dan elektron penyusunnya. Reaksi kimia terdiri dari atom yang memiliki jumlah elektron tertentu. Supaya bisa mengetahui reaksi kimia, kita harus berapa jumlah elektron yang menyusunnya. Dari elektron yang terletak paling dalam sampai elektron terluar. Elektron terluar tersebut di sebut sebagai elektron valensi. Supaya lebih paham mengenai elektron terluar ini, mari kita bahas penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Elektron Valensi

Mungkin anda belum begitu apa apa arti dari elektron terluar ini. pengertian elektron valensi adalah elektron yang memiliki tingkat energi terbuat dari aton yang dapat berinteraksi dengan atom lainnya. Jadi letak elektron ini, letaknya jauh dari inti. Elektron ini dapat tertarik oleh atom lainnya secara kuat. Tetapi tertarik oleh inti hanya memiliki sedikit tarikan saja. ketika menulis suatu rumus elektron, pasti terdiri dari lingkaran-lingkaran yang mengelilingi atom. Elektron inilah yang terletak paling terluar dari inti atom.

Diagram Titik Elektron

Setiap elektron memiliki perannya sendiri. Termasuk elektron valensi ini. untuk menggambarkan atom, biasanya menggunakan diagram yang hanya menggambarkan elektron terluarnya saja. Diagram ini disebut dengan diagram titik elektron. Gambarnya terdiri dari simbol unsur kimia yang bagian luarnya di kelilingi oleh titik. Titik ini mewakili jumlah dari elektron terluar. Setiap sisi hanya terisi oleh dua titik saja. setiap unsur kimia tidak memiliki lebih dari 8 elektron. Misalnya lithium dengan simbol Li memiliki 1 elektron terluar. Lalu ada oxygen yang memiliki 6 elektron terluar. Di setiap sisinya hanya perlu menulis dua titik. Jika masih tersisa dua titik. Setiap bagiannya hanya perlu di tulis satu titik saja.

Elektron Valensi Dan Reaktivitas

Setelah memahami tentang diagram titik elektron, sekarang kita bahas hubungannya dengan reaktivitas. Garam meja merupakan salah satu senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi dua unsur pembentuk garam meja, sangat sulit ditemukan pada alam. Garam terdiri dari klorin (CL) dan natrium (Na). Sehingga garam dapur memiliki nama ilmiah natrium klorida (NaCl). Natrium bermuatan positif dan Cl bermuatan negatif. Kedua unsur ini saling tarik menarik, sehingga membentuk kristal garam. Natrium memiliki 1 elektron terluar dan klorin memiliki 7 elektron terluar. Untuk menambahkan elektron terluar, elektron dari natrium tertarik oleh atom terluar Cl. Sehingga terbentuknya natrium clorida.

Elektron Valensi Dan Sifat Listrik

Elektron terluar ini juga menentukan seberapa besar atom tersebut memiliki sifat kelistrikannya. Tembaga merupakan salah satu konduktor listrik yang memiliki tegangan sangat tinggi. Oleh karena itu sering digunakan pada kabel listrik. Untuk melindunginya ditambah plastik yang terbuat dari karbon dan tidak bisa menghantarkan listrik. Atom logam memiliki sifat mudah menyerahkan elektron terluar. Jadi elektron bisa bergerak bebas. Sedangkan atom non logan, memiliki jumlah elektron yang tetap dan tidak mudah bergerak bebas.

Jadi hal inilah yang menjadi alasan kenapa kabel listrik yang terdiri dari atom logam, harus dilapisi dengan atom non logam. Supaya arus listrik yang dihasilkan oleh atom logam tidak bisa menghantarkan listrik keluar, karena di tahan oleh atom non logam. Silikon dan germanium termasuk metaloid, jenis ini bisa menghantarkan listrik tetapi tidak sekuat atom logam. Sekian artikel kali ini, semoga bisa menambah pengetahuan anda tentang elektron valensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *