Menu

Pengertian Dan Akibat Revolusi Bumi

Pernahkah kalian mendengar revolusi bumi? Pastinya pernah bukan, kita biasa mendengar dan mempelajarinya dalam Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA. Bahkan ilmu ini telah kita pelajari sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Namun masihkah kalian mengingat apa arti dari revolusi tersebut? Untuk sekedar mengingat dan belajar kembali pembahasan kali ini kita akan mengupas mengenai apa itu revolusi, dan adakah akibat yang ditimbulkan dari revolusi tersebut. Lebih lengkapnya berikut ini ulasannya untuk kalian.

Pengertian Revolusi Bumi

Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan mengupas pengertian revolusi bumi. Revolusi bumi ialah peredaran bumi mengelilingi matahari. Dimana proses bumi mengelilingi matahari ini menurut pada orbitnya (lintasan) yang berbentuk lonjong. Arah perputaran revolusi bumi berlawanan dengan arah jarum jam. Proses perputaran tersebut dapat terjadi sebab terjadi daya tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dan gaya gravitasi bumi. Gaya saling tarik menarik antara bumi dan matahari tersebut ternyata memiliki akibat tersendiri bagi bumi dan seluruh kehidupan yang ada diatasnya. Untuk dapat melakukan satu putaran rovolusi bumi, membutuhkan waktu sekitar 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik atau sekitar satu tahun yang dikenal dengan periode revolusi bumi. Biasa juga dikenal dengan periode tahunan bumi, dan ternyata periode tahunan tersebut menimbulkan beberapa akibat berupa gejala alam dan selalu berulang setiap tahunnya.

Akibat Yang Ditimbulkan Dari Revolusi Bumi

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, akibat dari pergerakan bumi mengelilingi matahari ini dapat terjadi berulang setiap tahunnya. Berikut ini lebih lengkapnya.

  1. Perbedaan lama siang dan malam

Akibat revolusi bumi yang pertama adalah terjadi perbedaan lamanya siang dan malam. Hal ini terjadi sebagai akibat dari kombinasi antara rovolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi kita terhadap bidang ekliptika. Kita yang berada di wilayah Indonesia tepatnya digaris katulistiwa tidak begitu merasakannya, akan tetapi dibelahan bumi lainnya akan sangat terasa. Keadaan ini akan semakin terlihat jelas terasa dikawasan sekitar kutub utara dan kutub selatan.

–    Pada tanggal 21 Maret hingga 23 Desember, siang dibagian bumi utara akan lebih lama dibandingkan di bumi bagian selatan. Hal ini terjadi karena matahari lebih banyak menyinari bagian utara dan menjauhi bagian selatan. Dibagian bumi utara siang hari dapat mencapai 24 jam dan malam dibagian selatan dapat mengalami malam hingga 24 jam. Dan mulai pada tanggal 21 Juni, matahari akan sedikit bergeser 23,5 derajat ke utara.

–    Pada tanggal 23 September sampai 21 Maret akan terjadi sebaliknya. Matahari akan mendekati bagian selatan bumi, dan matahari lebih mendekati bumi bagian utara. Pastinya siang dibagian selatan menjadi lebih panjang dibandingkan siang dibagian utara. Sinar mataharipun lebih banyak menyinari bagian selatan dibandingkan bagian utara. Siang dibagian selatan menjadi 24 jam dan malam dibagian utara juga mencapai 24 jam. Dan pada tanggal 22 Desember matahari bergeser 23,5 derajat ke selatan.

–    Pada 21 Maret dan 23 September, matahari berjarak sama antara bagian utara dan juga selatan. Dan hampir seluruh bumi tersinari dengan sempurna, sedangkan kita yang berada di garis katulistiwa matahari akan terasa melintas diatas kepala kita.

  1. Pergerakan semu tahunan

Akibat yang ditimbulkan revolusi bumi selanjutnya adalah terjadinya gerak semu tahunan dari matahari. Gerak posisi matahari ini terjadi pada tanggal tertentu yang mengakibatkan perbedaan siang dan malam dibagian utara dan selatan bumi seperti yang telah dipaparkan tadi. Gerak ini dinamakan gerak semu karena sebenarnya yang bergerak bukan matahari melainkan bumi yang mengelilinginya dengan pengaruh sumbu rotasi yang miring.

  1. Terjadinya perubahan musim

Masih berhubungan erat dengan pemaparan diatas tadi, pergerakan semu matahari tersebut membuat terjadinya perubahan musim diberbagai belahan bumi. Mulai dari 21 Maret belahan bumi mendapatkan penyinaran yang utuh baik itu bagian utara dan selatan, kemudian matahari bergeser kebagian utara. Dalam kondisi ini bagian utara bumi mengalami musim semi, sebaliknya bagian bumi selatan memasuki musim gugur. Pada tanggal 21 Juli, matahari mulai bergeser kembali dan bagian utara akan memasuki musim panas, dan bagian selatan akan mengalami musim dingin hingga 23 September. Pada tanggal 23 September ini matahari kembali mencapai katulistiwa dan mulai bergerak ke Selatan, dan dibagian selatan akan mulai musim semi, dan utara mengalami musim gugur. Hingga tanggal 22 Desember bagian selatan akan mengalami musim panas dan utara mengalami musim dingin hingga 21 Maret tahun berikutnya. Revolusi bumi inilah yang membuat bagian selatan dan bagian utara bumi memiliki empat musim, yakni musim semi, gugur, panas dan musim dingin.

  1. Penetapan kalender masehi

Dampak revolusi bumi tersebut akan mempengaruhi penetapan kalender masehi berdasarkan pembagian bujur barat dan timur. Perhitungan kalender masehi ini memang mengacu pada periode revolusi bumi.

  1. Rasi bintang yang berbeda

Revolusi bumi ini juga menimbulkan kenampakan rasi bintang yang berbeda. Ada bulan yang dimana saat ini terlihat rasi bintang waluku, pada bulan selanjutnya akan terlihat rasi bintang scorpio dan begitu seterusnya. Posisi ini terjadi karena posisi kita sebagai pengamat di bumi yang diakibatkan oleh revolusi bumi.

Selesai sudah ulasan kita mengenai akibat revolusi bumi. Ternyata revolusi bumi memiliki 5 dampak yang dapat dirasakan diberbagai belahan bumi. Dengan revolusi bumi inipula menjadi acuan kalender masehi setiap tahunnya. Semoga dapat menambah informasi dan wawasan anda, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *